Palembang, 16 Juli 2025 – Dalam rangka mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2025 di Auditorium Universitas Muhammadiyah Palembang, Rabu (16/7). Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi swasta di wilayah kerja LLDIKTI Wilayah II serta disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting.

Sosialisasi KIP dibuka oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc, dalam arahannya menyampaikan pentingnya program KIP Kuliah sebagai bentuk kehadiran negara untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu namun berprestasi secara akademik.
“Cara paling efektif memutus rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan. LLDIKTI hadir untuk memastikan mahasiswa mendapatkan akses pendidikan yang layak, berkualitas, dan pada akhirnya memperoleh pekerjaan yang baik,” tegas Prof. Iskhaq.
Prof. Iskhaq menambahkan, di tahun 2023 kuota KIP Kuliah mengalami penurunan dari 4.000 mahasiswa menjadi 3.000 di tahun 2024. Meski demikian, target optimis dipasang untuk mencapai 5.000 mahasiswa penerima KIP pada tahun 2025.

Penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh para pimpinan perguruan tinggi swasta
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini juga disertai pembacaan Pakta Integritas oleh Rektor Universitas PGRI Palembang, yang kemudian diikuti oleh penandatanganan simbolis oleh para pimpinan perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah II, disaksikan langsung oleh Kepala LLDIKTI II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc, dan seluruh peserta, baik yang hadir secara luring maupun daring.
Pakta tersebut merupakan simbol kesepakatan bersama dalam mewujudkan tata kelola KIP Kuliah yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab, serta menjadi landasan etis dalam mengelola dana bantuan pendidikan dari pemerintah.


Acara semakin bermakna dengan pemutaran video dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang menyampaikan arahan nasional mengenai pentingnya penyaluran bantuan pendidikan secara adil dan merata.
Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan narasumber berkompeten, antara lain Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., Kepala Bidang Pengelolaan Asesmen Pendidikan Tinggi Anton Rahmadi, M.Sc dan Tim Teknis PPAPT Yon Sugiarto, S.Kom.
Ketiganya menyampaikan materi mulai dari mekanisme seleksi penerima KIP Kuliah, regulasi terkini, kriteria eligibilitas, hingga teknis pelaporan penggunaan dana. Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang menunjukkan antusiasme dan kesadaran akan pentingnya program ini.
Dalam kesempatan wawancara bersama salah satu narasumber sosialisasi KIP, Anton Rahmadi, M.Sc, menyampaikan kesan positif terhadap semangat partisipatif peserta:
“Saya sangat senang dan berbahagia bisa hadir ke LLDIKTI II. Teman-teman PTS sangat antusias dan aktif berdiskusi. Saya yakin pengelolaan KIP Kuliah di wilayah ini akan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.”
Ia juga menegaskan harapannya agar regulasi pengelolaan dipahami secara menyeluruh:
“Harapan kami dari pusat, agar pengelola PTS memahami hak dan kewajiban mereka, serta bersama-sama mengawal agar KIP Kuliah lebih tepat sasaran, akuntabel, dan benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu hingga mereka lulus.”
Senada dengan salah satu peserta sosialisasi KIP Kuliah, Dr. Irawan Suprapto, M.Pd, Rektor Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), menyampaikan apresiasinya:
“Saya sangat berterima kasih atas kejelasan materi yang disampaikan, terutama terkait tanggung jawab perguruan tinggi dalam memvalidasi data agar bantuan KIP tepat sasaran.”
Beliau menambahkan, validasi di lapangan menjadi hal penting dalam pengelolaan data:
“Kami akan terus memperbaiki manajemen data. Validasi di lapangan penting, apakah kondisi rumah sesuai dengan data atau tidak. Itulah yang harus benar-benar diverifikasi.”
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, LLDIKTI Wilayah II berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat pemahaman, menjunjung tinggi integritas, dan bersama-sama memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar menyentuh mahasiswa yang membutuhkan.
Author : Ayu Melisa

