Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk untuk keanekaragaman jenis burungnya. Namun, populasi burung di Indonesia menghadapi berbagai ancaman, seperti kehilangan habitat, perburuan, dan perubahan iklim. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi yang efektif dan berkelanjutan untuk melestarikan burung di Indonesia.
Dalam rangka mengatasi masalah ini, Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), IPB University, Universitas Sriwijaya (Unsri) bekerja sama dengan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) untuk mengembangkan program konservasi berbasis inovasi untuk pelestarian burung di Indonesia. Program ini bertujuan untuk mengembangkan strategi konservasi yang efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian burung.

Program inovasi konservasi burung ini meliputi berbagai kegiatan, seperti: pengembangan sistem monitoring populasi burung menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan program edukasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian burung, dan kerjasama dengan masyarakat lokal untuk mengembangkan ekonomi berbasis konservasi. Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) merupakan salah satu pihak pengelola kawasan konservasi terutama dalam hal pengelolaan habitat penting untuk burung bermigrasi di kawasan pesisir Semenanjung Banyuasin, Sumatera, Indonesia.

Salah satu hasil dari kegiatan ini adalah terungkapnyan penemuan baru yang menarik di bidang ornitologi, yaitu tim peneliti berhasil mendokumentasikan keberadaan Camar Larus genei di Sumatera Selatan, yang merupakan catatan baru untuk Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak misteri tentang biologi dan sejarah hidup spesies burung yang belum diketahui. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami lebih baik tentang kekayaan hayati Indonesia, dan bagaimana kita dapat melestarikannya.

Dengan demikian, kampus inovasi dan kampus berdampak dapat berperan penting dalam mengembangkan program konservasi burung di Indonesia dan melestarikan keanekaragaman hayati negara kita, yang memiliki lebih 17.000 pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Rujukan: Iqbal, M., Absori, A., Prabowo, A., Setiawan, A., Handoko, D., Mulyani, Y. A., Hadiwijaya, S., Saputro, Y. D., Yustian, I., & Zulkifli, H. (2023). Slender-Billed Gull Chroicocephalus Genei, a New Bird for Indonesia. Marine Ornithology 51(2): 179– 180.
Penulis: Dr. Muhammad Iqbal, S.Si., M.Si. (Universitas Indo Global Mandiri), Yeni A. Mulyani, B.Sc., M.Sc., Ph.D. (IPB University), Prof. Dr. Hilda Zulkifli, M.Si., DEA. (Universitas Sriwijaya), Prof. Dr. rer.nat. Indra Yustian, S.Si., M.Si. (Universitas Sriwijaya), Prof. Dr. Arum Setiawan, S.Si., M.Si. (Universitas Sriwijaya), Agus Prabowo, S.Hut. (Balai Taman Nasional Berbak Sembilang).

