Palembang, 28 Agustus 2025 – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan para pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II. Acara berlangsung di Universitas Muhammadiyah Palembang. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergi dan mendengarkan aspirasi dari para pimpinan PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah II yang meliputi Provinsi : Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam sambutannya, Dirjen Dikti menggarisbawahi peran vital PTS dalam pemerataan akses pendidikan tinggi bagi anak bangsa. “Dari hampir 10 juta mahasiswa yang ada saat ini, sekitar 60% di antaranya menempuh pendidikan di PTS,” ujarnya. Hal ini, menurutnya, menunjukkan keberadaan PTS sangat vital dan penting karena pemerintah belum mampu melaksanakannya secara penuh. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas capaian kinerja pegawai LLDIKTI Wilayah II dan menekankan pentingnya peningkatan pelayanan dengan fondasi integritas. “Kepercayaan publik adalah modal utama kita,” tambahnya, sembari mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dirjen Dikti Khairul, kemudian memperkenalkan gagasan “Kampus Berdampak” yang merupakan inisiatif besar dari “Diktisaintek Berdampak”. Ia menegaskan bahwa kampus berdampak bukan hanya menghasilkan lulusan, publikasi, dan ranking global, tetapi juga mampu mentransformasi kehidupan masyarakat. Paradigma kampus berdampak ini perlu diterjemahkan sesuai dengan konteks serta keunikan masing-masing perguruan tinggi. Selanjutnya, ia memaparkan tiga aspek utama yang harus menjadi fokus perguruan tinggi untuk dapat memberikan dampak nyata.
1) Menghasilkan SDM Unggul, Kampus diharapkan menjadi penghasil sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan sejalan dengan visi “Asta Cita” dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
2) Pusat Solusi, Kampus tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai pemecah masalah (problem solver) bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan industri. Dirjen Khairul menekankan bahwa pendekatan ini memerlukan pergeseran dari topik penelitian yang dibuat sendiri menjadi topik yang berdasar pada realitas dan persoalan di masyarakat, seperti masalah pengelolaan sampah, kebersihan, atau tata kelola desa. Ia meyakini, dengan pendekatan yang lebih sistematis dan terstruktur, dampak yang dihasilkan akan lebih besar.
3) Akselerator Kebijakan Daerah, Kampus diharapkan dapat berperan dalam menjalankan kebijakan di daerah. Untuk mewujudkan fungsi ini, diperlukan pendelegasian kewenangan atau otonomi pengelolaan bagi setiap kampus, sehingga isu fleksibilitas tidak lagi menjadi hambatan.
Pada sesi diskusi, muncul aspirasi dari salah satu perwakilan PTS mengenai tantangan yang dihadapi, khususnya terkait fluktuasi keuangan akibat jumlah mahasiswa yang terbatas. Kondisi ini dinilai mempersulit upaya dalam menciptakan SDM unggul. Isu lain yang disoroti adalah potensi pemangkasan anggaran pendidikan serta efektivitas program-program nasional, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang disebutnya tidak terhubung dengan data di lapangan. Perwakilan tersebut juga mempertanyakan apakah program MBG telah melalui riset yang matang sebelum diimplementasikan.
Menanggapi hal tersebut, Dirjen Dikti Khairul meyakinkan bahwa Kemendiktisaintek akan terus berupaya memberikan perhatian yang sama kepada PTN dan PTS. Ia menegaskan bahwa anggaran Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga (PTKL) tidak masuk dalam anggaran pendidikan dan berkomitmen untuk terus memperjuangkan anggaran pendidikan serta program yang berpihak pada PTS, salah satunya melalui program dukungan seperti Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS).

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah. “PTS harus dapat terus bergerak maju dan mendukung program-program yang telah dicanangkan Kemdiktisaintek melalui Program Diktisaintek Berdampak,” pungkasnya, menegaskan sinergi erat antara LLDIKTI dengan kementerian dan perguruan tinggi.
Acara silaturahmi ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Abid Djazuli, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Sumatera Selatan, Budi Djatmiko dan para pimpinan PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah II. Melalui sinergi dan kolaborasi yang erat antara Kemdiktisaintek, LLDIKTI Wilayah II dan seluruh Perguruan Tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah II diharapkan pendidikan tinggi berkualitas, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Malika Adilla)


