Lampung Selatan – Inovasi teknologi digital kembali lahir dari perguruan tinggi yang berdampak. Tim dosen dari salah satu kampus di bawah naungan LLDIKTI Wilayah II berhasil mengembangkan katalog penjualan berbasis Augmented Reality (AR) untuk mempromosikan produk lokal unggulan, yakni tas tapis khas Lampung Selatan.
Tas tapis, yang merupakan warisan budaya dengan corak khas dan teknik tenun tradisional, selama ini menghadapi tantangan dalam pemasaran di era digital.
Menjawab tantangan tersebut, tim yang terdiri dari Rachmat Hidayat, Ph.D., Eko Aziz Apriadi, S.T., M.Kom., Muawan Bisri, S.Kom., M.Kom., dan Dr. Sigit Apriyanto, S.Pd., M.Pd., menggagas sebuah terobosan dengan mengintegrasikan teknologi AR ke dalam katalog produk.
Melalui aplikasi berbasis AR yang dapat diakses melalui smartphone, calon pembeli kini dapat melihat tas tapis secara interaktif dalam bentuk 3D, seolah-olah produk tersebut hadir langsung di hadapan mereka.
Teknologi ini tidak hanya meningkatkan daya Tarik visual, tetapi juga memperkuat pengalaman pengguna dalam mengenali keunikan motif dan tekstur tas tapis secara detail.

“Penggunaan AR pada katalog ini merupakan wujud nyata kontribusi kampus dalam memberdayakan UMKM lokal dengan sentuhan teknologi. Kami berharap inovasi ini bisa membantu pelaku usaha tapis bersaing di pasar global,” ungkap Rachmat Hidayat, Ph.D.
Pengembangan katalog ini juga melibatkan kolaborasi dengan perajin tapis lokal, sehingga menjadikan proyek ini sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan. Tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga memperkenalkan budaya Lampung Selatan secara lebih luas melalui pendekatan dig ital yang kekinian.
Inovasi ini mendapat sambutan positif dari pelaku UMKM dan pemerintah daerah. Selain memperluas jangkauan pasar, teknologi AR dinilai mampu meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap budaya lokal.

Melalui karya ini, kampus tidak hanya hadir sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga
sebagai motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi masyarakat. Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara inovasi teknologi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Penulis : Rachmat Hidayat, Ph.D., Eko Aziz Apriadi, S.T., M.Kom., Muawan Bisri, S.Kom.,
M.Kom., dan Dr. Sigit Apriyanto, S.Pd., M.Pd.


