Palembang – Komitmen Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayahnya kembali membuahkan hasil gemilang. Tahun ini, empat PTS berhasil meraih akreditasi Unggul, sebuah pencapaian yang melampaui target awal, yang hanya ditetapkan untuk satu PTS. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan peningkatan signifikan, tetapi juga mencerminkan dedikasi kuat dari seluruh pihak yang terlibat.
Pencapaian luar biasa ini disampaikan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc. Beliau mengungkapkan rasa bangganya karena target yang ditetapkan berhasil dilampaui hingga 400%. “Tentu kami sangat bahagia bahwa perguruan tinggi kita akhirnya ada yang terakreditasi Unggul. Dari target kita yang hanya satu, ternyata bisa empat. Ini merupakan capaian yang luar biasa dan patut kita syukuri,” ujar Prof. Iskhaq dengan penuh antusiasme.
Keempat perguruan tinggi yang berhasil meraih predikat Unggul tersebut adalah Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda Palembang, Universitas Bina Darma Palembang, Universitas Muhammadiyah Palembang, dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Atas keberhasilan ini, Prof. Iskhaq Iskandar secara khusus menyampaikan selamat dan apresiasi atas kerja keras serta kolaborasi seluruh civitas akademika dari keempat perguruan tinggi tersebut.




Menurut Prof. Iskhaq, kunci keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen dan strategi yang matang. “Ini bukan hanya kerja satu pihak, melainkan seluruh pihak. Kiat utamanya ada dua. Pertama, komitmen dari pimpinan perguruan tinggi untuk membawa institusinya meraih akreditasi Unggul. Tanpa komitmen itu, mustahil. Kedua, langkah-langkah strategis yang dilakukan untuk memenuhi persyaratan minimal,” jelasnya. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara LLDIKTI dan perguruan tinggi adalah hal yang esensial. LLDIKTI berperan sebagai fasilitator yang membantu perguruan tinggi memenuhi persyaratan, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), tata kelola, dan program studi.




Berbagai program, seperti pendampingan dan bimbingan teknis, terus digalakkan untuk mendorong peningkatan mutu. Prof. Iskhaq menambahkan bahwa pendekatan yang diberikan tidak selalu sama, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi. “Tidak semua perlakuannya sama. Kami buat kriteria, yang siap kita dorong, kita dorong. Yang masih perlu kita tuntun, kita tuntun,” tambahnya, menggambarkan pendekatan personalisasi yang dilakukan LLDIKTI.
Prof. Iskhaq Iskandar berharap ke depannya akan semakin banyak perguruan tinggi di wilayahnya yang berhasil meraih akreditasi Unggul. Harapan ini diperkuat dengan adanya wacana revisi Peraturan Menteri (Permen) Nomor 53, yang kabarnya akan kembali memunculkan tiga kriteria akreditasi: tidak terakreditasi, terakreditasi, dan terakreditasi Unggul. Saat ini, LLDIKTI Wilayah II telah memetakan tiga perguruan tinggi lain yang berpotensi untuk didorong menuju akreditasi Unggul.
Bagi perguruan tinggi lainnya yang belum masuk dalam kategori ini, Prof. Iskhaq memastikan bahwa program pendampingan akan terus dilanjutkan untuk meningkatkan mutu di berbagai aspek, mulai dari tata kelola, sumber daya manusia, hingga program pembelajaran dan kemahasiswaan. (Malika)


