PALEMBANG, 1 April 2026 – (LLDIKTI Wilayah II) menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2026 di Hotel Emilia, Palembang, Rabu (1/4). Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan standar kualitas inovasi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi swasta agar mampu bersaing secara nasional.
Acara dibuka oleh Ketua Tim Kerja Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Merce Lay, M.A., mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah II. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa PKM bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk memberikan solusi nyata atas tantangan di masyarakat.

“Kita tidak hanya membutuhkan mahasiswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga sosok yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat melalui inovasi,” tegas Ibu Merce. Beliau juga menambahkan bahwa proposal yang unggul selalu berakar dari sinergi dan mimpi yang besar. “Jadikan pendampingan hari ini sebagai momentum emas untuk mempertajam gagasan serta mengonstruksi ide-ide kreatif kalian menjadi karya yang berdampak,” pungkasnya.
Untuk memberikan wawasan mendalam, LLDikti Wilayah II menghadirkan dua pakar sekaligus dari Universitas Sriwijaya sebagai narasumber utama Prof. Dr. Ir. Nuni Gofar, M.S., dan Dr. Shaum Shiyan, S.Farm., M.Sc yang membedah metodologi pengembangan ide kreatif dan orisinalitas penelitian, serta membahas teknis penulisan sesuai sistematika terbaru dan strategi lolos penilaian reviewer nasional.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta yang terdiri dari dosen pendamping dan mahasiswa perwakilan kampus mendapatkan sesi konsultasi langsung (desk evaluation). Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kekurangan pada draf proposal secara real-time sebelum diunggah ke sistem pusat.
Selain itu, peserta juga diberikan simulasi penilaian proposal yang mengacu pada standar reviewer nasional. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami indikator utama penilaian seperti kebaruan ide, kebermanfaatan, kelayakan implementasi, serta konsistensi antara latar belakang, tujuan, hingga luaran yang dihasilkan. Simulasi ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai proses seleksi yang ketat di tingkat nasional.
Kegiatan pendampingan ini juga menjadi ajang kolaborasi antar perguruan tinggi, di mana peserta saling bertukar gagasan dan pengalaman dalam menyusun proposal PKM yang kompetitif. Interaksi ini dinilai penting untuk membangun jejaring akademik yang produktif serta memperkuat budaya riset di kalangan mahasiswa.
LLDIKTI Wilayah II menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas proposal PKM melalui program-program pembinaan berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan secara berkala dengan cakupan peserta yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, LLDikti Wilayah II berharap dapat menciptakan ekosistem riset yang lebih kuat di tingkat mahasiswa dan mendorong peningkatan jumlah proposal yang berhasil didanai oleh kementerian di tahun 2026. Dengan pembinaan yang intensif dan terarah, diharapkan mahasiswa tidak hanya mampu lolos pendanaan, tetapi juga menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat luas. (ira)


