LLDIKTI Wilayah II Gelar Sosialisasi IAPT 4.0 dan SAPTO 2.0, Dorong Budaya Mutu di Perguruan Tinggi

Share it

Pringsewu, 26 Mei 2025 — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II bersama Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.0 dan Aplikasi SAPTO 2.0 pada Senin, 26 Mei 2025, bertempat di Universitas Aisyah Pringsewu. Kegiatan dimulai pukul 11.00 WIB dan turut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube LLDIKTI Wilayah II guna menjangkau peserta secara lebih luas.

Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., dalam sambutannya menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk komitmen institusi dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi. “Proses akreditasi menuntut kita untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh proses akademik dan non-akademik, hingga ke tingkat program studi. Tujuannya adalah perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah II memberikan kata sambutan pada Sosialisasi IAPT 4.0 dan SAPTO 2.0

Prof. Iskhaq juga menekankan pentingnya menumbuhkan budaya mutu di perguruan tinggi. “Akreditasi bukan sekadar ajang lima tahunan. Harus ada kesadaran bahwa ini merupakan proses berkelanjutan. Dengan menjaga mutu secara konsisten, kepercayaan stakeholder terhadap lulusan perguruan tinggi akan meningkat,” katanya.

Ia berharap, melalui peningkatan kualitas pengelolaan pendidikan tinggi, kampus dapat semakin berdaya saing dan mampu menjalankan tri dharma perguruan tinggi secara optimal, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Dengan menjaga mutu, kampus akan tumbuh menjadi institusi yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Para Peserta menyimak materi yang disampaikan oleh narasumber

Sementara itu, Sekretaris Dewan BAN-PT, Prof. Tjokorde Walmiki Samadhi, Ph.D., menyampaikan bahwa SAPTO pertama kali diperkenalkan pada 2017 sebagai aplikasi berbasis daring untuk mempermudah proses akreditasi. “Keberadaan SAPTO sangat membantu administrasi dan menekan biaya. Bahkan, tidak banyak negara di dunia yang menggunakan sistem IT untuk akreditasi seintensif Indonesia,” jelasnya.

Dalam paparannya, Prof. Walmiki menjelaskan bahwa IAPT 4.0 merupakan implementasi dari Permendikbud Nomor 53 Tahun 2023, yang berfokus pada empat aspek utama: budaya mutu (culture), relevansi tridharma (relevance), akuntabilitas tata kelola (accountability), dan diferensiasi misi perguruan tinggi (mission differentiation). IAPT 4.0 dirancang lebih fleksibel terhadap keragaman bentuk dan misi institusi, dengan luaran berupa status biner: terakreditasi atau tidak terakreditasi.

Ia juga menambahkan bahwa SAPTO 2.0 hadir untuk mendukung implementasi IAPT 4.0 dengan lebih efisien dan mudah digunakan oleh perguruan tinggi.

Acara ini menghadirkan narasumber dari Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), antara lain Prof. Tjokorde Walmiki Samadhi, Ph.D., Prof. H. Johmi Najwan, Ph.D., Prof. Agus Setyo Muntohar, dan Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 160 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 9 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), termasuk dari Kementerian Agama, seperti IAIN Metro.

Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah II berharap perguruan tinggi dapat memahami kebijakan akreditasi terkini dan siap menerapkannya pada perguruan tinggi masing-masing untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.(Tata)