Palembang – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II melaksanakan pertemuan rutin pegawai pada minggu pertama Mei 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan pendampingan teknis bertema “Mewujudkan ASN yang Tertib Administrasi melalui Pemutakhiran Data Mandiri di MyASN”. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang A LLDIKTI Wilayah II dan diikuti seluruh pegawai, Senin (4/5).
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., yang mengajak seluruh pegawai mengambil pembelajaran dari hukum Newton untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
Prof. Iskhaq menjelaskan bahwa dalam ilmu fisika terdapat tiga hukum Newton, namun pada kesempatan tersebut ia menitikberatkan pada hukum Newton pertama dan ketiga sebagai refleksi dalam membangun karakter aparatur sipil negara. “Hukum Newton pertama menjelaskan bahwa benda yang bergerak akan cenderung terus bergerak, sedangkan benda yang diam akan tetap diam. Maknanya adalah konsistensi dan kesetiaan,” ujar Prof. Iskhaq.

Ia menegaskan bahwa kesetiaan merupakan nilai fundamental yang harus dimiliki setiap ASN, mulai dari kesetiaan kepada negara, Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika, hingga kesetiaan terhadap institusi tempat bekerja. “Kesetiaan juga penting dalam hubungan kerja. Kita harus setia sebagai pegawai dan setia kepada institusi, artinya tidak mengkhianati visi dan misi lembaga. Kesetiaan menjadi bagian dari upaya memperkuat fundamental dalam setiap aktivitas yang kita lakukan,” katanya.
Selain itu, Prof. Iskhaq juga mengaitkan nilai kehidupan dengan hukum Newton ketiga yang menyatakan bahwa setiap aksi akan menimbulkan reaksi. Dengan gaya santai, ia memberikan analogi sederhana untuk memudahkan pemahaman peserta. “Kalau Bapak/Ibu berdiri di puncak gunung lalu berteriak, pasti akan ada pantulannya. Coba saja berteriak dari lantai dua gedung ini, tidak lama satpam akan datang,” candanya yang disambut tawa peserta.
Menurutnya, setiap tindakan, ucapan, maupun perilaku yang diberikan kepada lingkungan akan kembali kepada diri sendiri. Karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk selalu menebarkan energi positif dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau kita ingin mendapatkan refleksi yang baik, maka yang kita keluarkan juga harus hal-hal positif, mulai dari tutur kata, perilaku, hingga kebiasaan berbagi dan bersedekah. Artinya, aksi kita harus positif agar mendapatkan reaksi yang positif pula,” ungkapnya.
Kebersamaan Kepala bersama Pegawai LLDikti Wilayah II
Di akhir sambutannya, Prof. Iskhaq menyampaikan dua pesan penting kepada seluruh pegawai. Pertama, membangun dan menjaga kesetiaan sebagai fondasi dalam bekerja, baik kepada negara, institusi, keluarga, maupun masyarakat. Kedua, memperbanyak perbuatan positif agar mendapatkan dampak dan balasan yang baik dalam kehidupan. “Kalau sering mendoakan orang lain, maka kita juga akan didoakan. Kalau sering membantu, maka kita akan dibantu. Dan kalau sering memberi, insyaallah urusan kita akan dimudahkan,” pesannya.
Sementara itu, pada sesi pendampingan teknis, Tim HKT LLDikti Wilayah II Harmala Dewi, S.Sos., M.A.P. menyampaikan materi mengenai Pemutakhiran Data Mandiri di aplikasi MyASN serta pemanfaatan Document Management System (DMS) bagi ASN. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pembaruan data secara mandiri guna mendukung pencapaian skor DMS sebesar 100.

Ia menjelaskan bahwa implementasi DMS mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pemanfaatan Arsip ASN melalui Document Management System. Sistem tersebut merupakan arsip digital terintegrasi dalam aplikasi MyASN yang berfungsi menyimpan, mengelola, dan mengamankan dokumen kepegawaian ASN secara elektronik. “DMS bukan sekadar tempat penyimpanan dokumen digital, tetapi menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, efektif, dan efisien,” ujar Nurmala.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh ASN di lingkungan LLDIKTI Wilayah II dapat semakin tertib dalam pengelolaan data kepegawaian serta siap menghadapi transformasi layanan digital.(Tata)


