Palembang, 12 September 2025 – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II menyelenggarakan Peningkatan Kompetensi Pegawai LLDIKTI Wilayah II melalui Artificial Intelligence (AI) pada agenda pertemuan rutin Jumat awal bulan. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia ini menghadirkan tiga narasumber ahli dari Institut Teknologi dan Bisnis Palcomtech Palembang, yaitu Azalia Mawarindani Indra, S.Ds., M.M.; Intra Swadaya Hidayat, S.Kom., M.Kom.; Yarza Aprizal, S.Kom., M.Kom.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam mendukung efektivitas dan inovasi di dunia kerja. Prof. Iskhaq menjelaskan bahwa pemanfaatan AI akan sangat membantu tugas-tugas di LLDIKTI Wilayah II, seperti mulai dari penyusunan surat-menyurat, pembuatan konsep dokumen, hingga penyajian informasi yang lebih cepat dan akurat.

“Perkembangan teknologi, khususnya AI, telah merambah berbagai sektor, termasuk dunia kerja. Kita tidak dapat menutup mata terhadap potensi besarnya. Saya yakin, dengan memanfaatkan AI, kita dapat meningkatkan kompetensi diri serta mempermudah dan mempercepat penyelesaian pekerjaan di LLDIKTI,” ujarnya. Ia berharap seluruh pegawai dapat menyerap ilmu yang disampaikan para narasumber dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi demi kemajuan institusi.
Sesi pertama disampaikan oleh Yarza Aprizal, S.Kom., M.Kom., yang menjelaskan inti AI. Beliau menekankan, “Pada dasarnya, AI adalah tentang menciptakan sistem yang mampu meniru kecerdasan manusia, baik pengetahuan maupun pola pikirnya, untuk menghasilkan suatu keputusan atau kreasi.” Lebih lanjut, Yarza menekankan bahwa kunci kesuksesan berinteraksi dengan AI terletak pada perintah yang kita berikan. “Kunci untuk mendapatkan hasil yang optimal bukan hanya pada tools-nya, tetapi pada prompt atau perintah yang kita berikan. Semakin jelas dan terstruktur perintahnya, semakin mengangumkan hasil yang akan didapat.” Dalam sesi ini, beliau memperkenalkan dua pola prompt efektif: C.R.E.A.T.E. untuk instruksi spesifik, dan S.T.A.R. untuk pendekatan berbasis skenario.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Intra Swadaya Hidayat, S.Kom., M.Kom., yang berfokus pada tools AI untuk produktivitas. Intra memperkenalkan beberapa alat praktis, salah satunya adalah Napkins.ai. “Bayangkan Anda bisa mengubah teks panjang yang membosankan menjadi diagram alur atau infografis yang kompleks dalam hitungan detik. Dengan tools visual AI seperti Napkins.ai, membuat Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan mudah dipahami bukan lagi hal yang sulit,” paparnya. Selain itu, ia juga merekomendasikan Meeting.ai untuk efisiensi rapat. “Jangan lagi khawatir melewatkan poin penting dalam rapat. Meeting.ai bertindak sebagai asisten cerdas yang tidak hanya mentranskripsi pembicaraan tetapi juga merangkumnya, sehingga Anda dan tim bisa benar-benar fokus pada inti diskusi.”

Sesi ketiga ditutup oleh Azalia Mawarindani Indra, S.Ds., M.M., yang mengajak peserta menjelajahi sisi kreatif AI. Azalia memaparkan berbagai tren terkini pemanfaatan AI, termasuk kemampuan mengubah foto biasa menjadi hasil yang profesional. “AI hadir sebagai kanvas dan kuas digital yang membuka ruang kreasi tanpa batas. Dengan penguasaan teknik prompt yang tepat, setiap individu dapat mengekspresikan ide-ide kreatifnya secara mandiri. Saat ini, siapa pun dapat menghasilkan ilustrasi, logo, hingga video pendek yang berkualitas profesional, sekaligus menghargai proses belajar dan keahlian di bidang desain yang terus berkembang,” tuturnya. Ia menekankan bahwa AI berperan sebagai mitra kolaboratif yang memperkaya kreativitas. “Maraknya tren pembuatan stiker personalisasi adalah bukti nyata bahwa AI mampu memberdayakan imajinasi setiap orang, memungkinkan siapa saja untuk menciptakan karya yang unik dan penuh makna.”

Pada akhir sesi, harapan besar disampaikan terkait pemanfaatan AI. Penggunaan teknologi ini diyakini mampu membantu staf dalam menyusun konsep surat dan konten secara lebih akurat, sehingga dapat mengurangi kebutuhan untuk revisi mendalam. Pelatihan ini merupakan langkah strategis bagi LLDIKTI Wilayah II dalam meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas pegawai, sejalan dengan visi lembaga untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digital. (Malika Adilla)


