Penyerahan SK Guru Besar dan Lektor Kepala Perkuat Transformasi Pendidikan Tinggi Berdampak

Share it

Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan LLDikti Wilayah II, antara lain Kepala Bagian Umum, Fansyuri Dwi Putra, S.E., M.Si., serta Ketua Tim Sumber Daya, Nurjanah, S.E., M.M.; dan Agnes Fibriana K, S.S., M.Pd., dari Tim Sumber Daya bertempat di Ruang Siang A LLDikti Wilayah II (13/1/2026)

Kehadiran para pimpinan perguruan tinggi mencerminkan dukungan institusional yang kuat terhadap pengembangan karier akademik dosen sebagai fondasi mutu pendidikan tinggi. Dalam sambutannya, Prof. Iskhaq Iskandar menegaskan bahwa capaian jabatan Guru Besar dan Lektor Kepala harus dimaknai sebagai awal dari tanggung jawab akademik yang lebih besar, bukan akhir perjalanan. “Guru Besar dan Lektor Kepala bukan sekadar capaian pribadi. Ini adalah amanah untuk menjadi penggerak perubahan dan penentu arah mutu perguruan tinggi,” tegasnya.

Kepala LLDikti II saat menyampaikan sambutannya

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kebijakan Diktisaintek Berdampak menuntut perubahan mendasar dalam pola pikir pengelolaan pendidikan tinggi. Jika selama ini perguruan tinggi cenderung merancang program dari sudut pandang internal, kini pendekatannya harus dibalik. “Kita harus mulai dari persoalan nyata di masyarakat, industri, dan dunia kerja lulusan. Dari sanalah program pendidikan, penelitian, dan pengabdian dirancang agar benar-benar berdampak,” jelas Prof. Iskhaq.

Dalam kaitan tersebut, Guru Besar dan Lektor Kepala memiliki peran strategis sebagai pemimpin keilmuan. Guru Besar dan Lektor Kepala diharapkan mampu menginisiasi pembentukan klaster pendidikan, penelitian, dan pengabdian berbasis masalah riil, sekaligus memastikan kurikulum yang dikembangkan selaras dengan kebutuhan kompetensi dan standar industri. Prof. Iskhaq juga menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak lagi cukup dibekali ijazah semata. “Ijazah penting, tetapi tidak cukup. Lulusan harus memiliki kompetensi yang jelas, terukur, dan diakui. Di sinilah peran dosen senior menjadi sangat menentukan,” ujarnya.

Tobari saat menerima SK Lektor Kepala dari Kepala LLDikti II

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan perguruan tinggi swasta ke depan semakin kompleks. Persaingan dengan perguruan tinggi besar, universitas terbuka, serta perubahan karakter generasi mahasiswa menuntut kampus untuk beradaptasi secara cepat.

Mahasiswa generasi saat ini tumbuh dalam ekosistem digital yang menuntut pendekatan pembelajaran yang berbeda. “Jika kampus tidak berinvestasi pada transformasi pembelajaran dan penguatan SDM dosen, maka akan tertinggal. Transformasi itu harus dipimpin, bukan sekadar diikuti,” kata Prof. Iskhaq.

Transformasi pembelajaran menuju pendekatan digital, student-centered learning, flip classroom, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran dinilai sebagai keniscayaan.

Namun, Kepala LLDikti Wilayah II menegaskan bahwa kebijakan pimpinan saja tidak cukup tanpa peran aktif Guru Besar dan Lektor Kepala sebagai lokomotif perubahan di tingkat akademik.

Lebih jauh, Prof. Iskhaq juga menekankan pentingnya komitmen institusi dalam membangun ekosistem yang mendukung pengembangan sumber daya manusia dosen. Evaluasi kinerja, penguatan riset, dan peningkatan kualitas pembelajaran harus berjalan seiring agar capaian jabatan akademik benar-benar berdampak bagi institusi dan masyarakat luas.

Lima Guru Besar yang menerima SK

Menutup sambutannya, Kepala LLDikti Wilayah II berharap capaian ini menjadi energi kolektif untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa. Dengan bertambahnya Guru Besar dan Lektor Kepala, perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah II diharapkan semakin adaptif, relevan, dan mampu menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Jika kita tidak bertransformasi, kita akan tertinggal. Tetapi jika kita bergerak bersama, saya yakin pendidikan tinggi kita akan semakin relevan dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Momentum penyerahan SK ini sekaligus menjadi refleksi bahwa peningkatan mutu pendidikan tinggi lahir dari proses panjang, ketekunan, dan sistem pembinaan yang berkelanjutan.

Keberhasilan para dosen mencapai jabatan Guru Besar dan Lektor Kepala tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi kekuatan institusi dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik.

Selamat kepada para dosen penerima SK Guru Besar dan Lektor Kepala.

Capaian ini merupakan buah ketekunan, integritas, dan dedikasi panjang dalam dunia akademik.

Semoga amanah ini menguatkan peran keilmuan, memperluas kemanfaatan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi dan masyarakat.

(Tobari : Penulis dan editor Majalah INKUIRI LLDikti Wilayah II)