Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun negeri melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, UM Palembang hadir di Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, wilayah yang masuk dalam kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk menghadirkan solusi nyata berupa penyediaan listrik bagi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 14 Rantau Dedap.
Selama ini menjalani proses belajar mengajar tanpa aliran listrik, kini SDN 14 Rantau Dedap akhirnya menikmati fasilitas penerangan berkat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara dosen pembimbing dan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik UMP, alumni, serta PT. Semende Energy Rantau Dedap (PT SERD).
Proyek ini juga merupakan bagian dari penelitian terapan, di mana mahasiswa menerapkan teknologi turbin cross flow. Aliran air dibendung dari hulu Sungai Endikat, dialirkan melalui pipa paralon sepanjang 20 meter dengan ketinggian jatuh (head) untuk menggerakkan turbin. Turbin tersebut terhubung ke generator berkapasitas 10.000 Watt yang menghasilkan listrik bagi SDN 14 Rantau Dedap dan sebagian rumah warga di sekitarnya.


“Dengan adanya listrik, siswa kami bisa belajar lebih optimal dan memiliki akses terhadap literasi digital,” ujar Zul Fikri, Kepala SDN 14 Rantau Dedap. Ia menambahkan bahwa sebelumnya siswa hanya mengandalkan buku cetak dan cahaya alami karena tidak ada aliran listrik.
Soft launching PLTMH dilaksanakan pada Selasa, 4 Juni 2024, dihadiri guru, siswa, wali murid, tokoh masyarakat, perwakilan UM Palembang, dan PT SERD. Acara ini juga menampilkan presentasi teknis oleh dosen mikrohidro UM Palembang serta sambutan dari Camat Semende Darat Ulu.

Rektor UM Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Proyek PLTMH di SDN 14 Rantau Dedap merupakan wujud nyata dari misi kami sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga hadir dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah 3T. Keterlibatan mahasiswa mencerminkan semangat Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yang menekankan pentingnya pengabdian masyarakat berbasis keilmuan dan nilai-nilai keislaman,” ujarnya. Ia berharap kolaborasi seperti ini dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.
Ir. Zulkifli Saleh, M.Eng, dosen pembimbing kegiatan, menambahkan bahwa proyek ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam merancang, membangun, dan menerapkan solusi teknologi yang berkelanjutan.




Dukungan dari PT SERD juga sangat berarti. Hazairiadi, Site Support Superintendent PT SERD, menyatakan bahwa proyek ini layak didukung karena mencerminkan semangat gotong royong dan kemandirian energi. Tokoh masyarakat, Totok AH, menyebut proyek ini sebagai simbol sinergi antara akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjawab tantangan keterbatasan energi di pelosok negeri.
Dengan keberhasilan ini, Universitas Muhammadiyah Palembang memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam riset, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat di wilayah tertinggal.
(Penulis: Rianza Putra. Editor: Tobari)


