Palembang, 9 Januari 2026 — Mengawali Jumat pertama di awal tahun 2026, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II memperkuat soliditas dan silaturahmi bersama seluruh pegawai melalui pertemuan rutin Jumat yang digelar di Kopi 7, Jalan Tasik Nomor 10, Palembang.
Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., menyampaikan bahwa pertemuan rutin bertujuan untuk mempererat rasa kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi. “Pertemuan rutin pegawai setiap awal bulan ini sengaja mengawali awal tahun ini tidak di kantor agar lebih santai, enjoy dan penuh rasa kekeluargaan, kebersamaan semakin terbangun serta rasa memiliki terhadap organisasi juga semakin kuat,” ujar Prof. Iskhaq.

Pada pertemuan ini juga sekaligus sebagai rasa syukur atas keberhasilan lima pegawai yang akan melanjutkan studi lanjut melalui program beasiswa Tut Wuri Handayani. Kelima pegawai tersebut yakni Alwi, SE., M.Si. yang melanjutkan studi Program Doktor, serta Muhammad Atom Istambullah, S.A.P., Eka Yus Endang, S.Tr., Nurfitriana, S.Pd., dan Intan Fadhilah, S.Tr. Kom. yang akan menempuh pendidikan Program Magister.
Lebih lanjut, Prof. Iskhaq menegaskan pentingnya peningkatan jenjang pendidikan bagi pegawai LLDIKTI. Menurutnya, terdapat tiga alasan utama mengapa studi lanjut sangat didorong. Pertama, kesetaraan tingkat pendidikan akan mempermudah pegawai dalam memberikan fasilitasi kepada perguruan tinggi di wilayah kerja LLDIKTI Wilayah II. Sulit membangun dialog akademik yang setara jika aparatur pembinanya tertinggal secara kualifikasi. Kedua, pembinaan perguruan tinggi membutuhkan strategi yang kuat, yang hanya dapat lahir dari sumber daya manusia (SDM) yang memiliki wawasan dan mampu berpikir konseptual dan memiliki kemampuan analitis. Ketiga, kualitas organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. “Saya sangat yakin, organisasi akan terus berkembang dan maju apabila memiliki sumber daya manusia yang maksimal, berkualitas, dan kompeten, bukan hanya bergantung pada pimpinannya saja,” tegasnya.
Prof. Iskhaq pun berharap dalam lima tahun ke depan, pegawai LLDIKTI Wilayah II mampu bertransformasi menjadi manajer-manajer andal di tim kerja masing-masing. Dengan demikian, peran pimpinan dapat lebih fokus sebagai pemimpin strategis yang mengarahkan kebijakan dan visi organisasi.

Dalam arahannya, Prof. Iskhaq juga menekankan pentingnya pemahaman pegawai terhadap kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya agar mampu memberikan penjelasan yang tepat kepada perguruan tinggi apabila terdapat pertanyaan atau konsultasi kebijakan. Ia menjelaskan pergeseran paradigma kebijakan dari program sebelumnya, seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan link and match, menuju konsep Diktisaintek Berdampak.
Program sebelumnya, seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan konsep link and match, selama ini berorientasi dari dalam ke luar. Artinya, perguruan tinggi terlebih dahulu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat. Namun, melalui kebijakan Diktisaintek Berdampak, terjadi pergeseran paradigma dalam memandang pelaksanaan program-program Tri Dharma Perguruan Tinggi. Perbedaan mendasar antara MBKM dan Diktisaintek Berdampak terletak pada perubahan mindset tersebut.

Diktisaintek Berdampak mengedepankan pendekatan dari luar ke dalam, di mana perguruan tinggi diminta untuk terlebih dahulu mengidentifikasi berbagai persoalan nyata yang terjadi di tengah masyarakat. Sebagai contoh, apabila ditemukan permasalahan stunting, maka perguruan tinggi dituntut untuk berperan aktif dalam upaya penanganannya melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui aspek pendidikan, seperti kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan stunting. Inilah esensi dari Diktisaintek Berdampak, yakni berangkat dari permasalahan riil di masyarakat, kemudian merancang dan melaksanakan program Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai solusi yang berdampak langsung.
“Mudah-mudahan kedepan kita lebih bisa mengarahkan Perguruan Tinggi agar benar-benar menjadi Perguruan Tinggi yang berdampak ” pesan Prof Iskhaq. (Tata)


