Dari Proposal ke Bisnis Nyata: LLDIKTI Wilayah II Dampingi Mahasiswa Susun P2MW

Share it

Palembang, 2 April 2026 – Dalam upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di kalangan mahasiswa, (LLDIKTI) Wilayah II menggelar kegiatan Pendampingan Penyusunan Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang berlangsung di Hotel Emilia Palembang, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas proposal mahasiswa agar mampu bersaing secara nasional dan memperoleh pendanaan dari program P2MW.

Kepala LLDIKTI Wilayah II bersama Ketua Tim Kerja Belmawa dan Narasumber P2MW

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. iskhaq Iskandar, M.Sc.. Dalam kata sambutannya, beliau menegaskan bahwa P2MW merupakan program unggulan yang tidak hanya mendorong mahasiswa untuk berwirausaha, tetapi juga membentuk karakter inovatif, mandiri, serta adaptif terhadap dinamika dunia usaha yang terus berkembang.

Menurutnya, penyusunan proposal yang baik menjadi kunci utama dalam menentukan keberhasilan mahasiswa untuk lolos dalam seleksi program. Oleh karena itu, pendampingan seperti ini sangat penting untuk memberikan pemahaman yang komprehensif terkait aspek-aspek yang dinilai dalam proposal, mulai dari ide bisnis, keunikan produk, hingga kelayakan usaha.

Kata Sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc.,

“Saya berharap bahwa hari ini bapak ibu dan adik-adik mahasiswa sekalian berkumpul bukan hanya merumuskan bagaimana proposal ini dapat diterima tetapi lebih dari itu, dan bagaimana nanti kalau proposal ini di terima bisnis yang di kembangkan itu menjadi unit bisnis yang berkelanjutan. harapannya mahasiswa nanti ketika lulus bukan mencari kerja tetapi yang menciptakan lapangan pekerjan” ungkapnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten yang telah berpengalaman dalam bidang kewirausahaan dan pembinaan mahasiswa, yaitu Hartono dari Universitas Lampung dan Lillah Rahmawati dari Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya. Keduanya memberikan materi terkait strategi penyusunan proposal yang efektif, mencakup penentuan ide bisnis, analisis pasar, penguatan model bisnis, hingga penyusunan rencana keuangan yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam sesi pemaparan, narasumber juga membagikan berbagai tips dan strategi agar proposal memiliki nilai lebih di mata reviewer, sekaligus memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk berani memulai usaha sejak dini dan mampu menghadapi tantangan dunia bisnis.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan perwakilan perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah II yang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang acara. Hal ini terlihat dari aktifnya peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab, di mana berbagai pertanyaan seputar kendala penyusunan proposal hingga strategi pengembangan usaha disampaikan secara terbuka.

Tidak hanya berupa pemaparan materi, kegiatan ini juga dirancang interaktif melalui sesi pendampingan langsung. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengonsultasikan ide bisnis serta draft proposal yang sedang mereka susun kepada narasumber. Pendampingan ini diharapkan mampu memberikan masukan yang konstruktif sehingga proposal yang dihasilkan menjadi lebih matang dan kompetitif.

Diskusi mahasiswa pada kegiatan P2MW

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran ide antar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Interaksi ini membuka peluang kolaborasi serta memperluas wawasan peserta terkait tren kewirausahaan yang sedang berkembang.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah II berharap dapat mencetak lebih banyak wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Program P2MW diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga sebagai wadah pembinaan yang berkelanjutan dalam menciptakan generasi muda yang mandiri secara ekonomi.

Foto Bersama Seluruh Peserta P2MW dengan Kepala LLDIKTI Wilayah II

Ke depan, LLDIKTI Wilayah II berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pendampingan serupa guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi, khususnya dalam bidang kewirausahaan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja yang memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional. (ira)